SUKSES MENULIS DENGAN CLBK

 

Sebuah perjalanan hidup tak ada yang pernah tahu apa yang akan terjadi. Bisa saja hari ini kamu terjatuh dikala sedang bahagia. Tak ayal membuat perasaan bahagia yang kamu miliki lenyap seketika diganti dengan perasaan sedih yang mendalam. Sebaliknya bisa saja hari ini kamu terbang tinggi dikala kamu sudah bersusah payah, sehingga membuat kamu merasa sangat bahagia. Inilah yang sejatinya terjadi dalam perjalanan hidup seorang Yulius Roma Patandean. Seorang anak kampung yang berhasil mengapai mimpinya dalam menerbitkan buku di penerbit mayor.

 

Terlahir dengan nama lengkap Yulius Roma Patandean. Beliau lahir di Tana Toraja, 6 Juli 1984. Meskipun nama depan beliau Yulius, namun beliau kerap dipanggil dengan sebutan pak Roma. “Mungkin karena mudah diingat, mengingat banyaknya istilah Roma dari peribahasa hingga ke merk makanan.” Tuturnya.

Beliau bekerja sebagai guru Bahasa Inggris di UPT SMAN 5 Tana Toraja sejak tahun 2015. Disamping menjalankan tugas sebagai guru, beliau juga ditunjuk sebagai wakil sekretaris PGRI Kab. Tana Toraja dan sekretaris perwakilan YPLP PGRI Kab. Tana Toraja. Selain itu, beliau juga  aktif menjadi juri pada Lomba-lomba Debat bahasa Inggris tingkat SMA dan Lomba Story Telling tingkat SMP di Kabupaten Tana Toraja. Pernah menjadi dosen tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja, sebagai Tutor di Universitas Terbuka dan sebagai Fasilitator Belajar di Yayasan Trampil Indonesia.

Pengalaman Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor

Berawal dari keikutsetaan Pak Roma mengikuti Rakornas Virtual PGRI. Pada kegiatan tersebut,  beliau mengenal seorang blogger ternama yaitu bapak Wijaya Kusumah yang kerap dipanggil Omjay. Saat itu Pak roma sudah mengenalnya lewat undangan pelatihan Belajar Menulis lewat grup WA. Pak Roma pun sudah tergabung di grup gelombang 8 dan 9.

Semangat menulis Pak Roma kian bertambah. Beliau tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh pemateri.  Prof. Richardus Eko Indrajit adalah salah satu pemateri pelatihan menulis dengan topik materi “menulis dalam satu minggu”. Tantangan yang diberikan Prof. Richardus Eko Indrajit pun dijadikan motivasi beliau untuk menggapai mimpinya untuk menulis buku. 

Perasan bangga, senang, dan haru campur aduk tatkala naskah bukunya disetujui terbit oleh Penerbit Andi.  Judul buku beliau adalah “DIGITAL TRANSFROMATION, Berubah Untuk Menguasai Dunia.”

Pengalaman CLBK Pak Roma

Tidak salah kalau ada orang mengatakan “Experience is the best teacher”. Sama halnya dengan Pak Roma, beliau menjadikan pengalaman sebagai guru terbaiknya. Beliau belajar dari pengalaman menulis yang akhirnya disingkat menjadi CLBK. Istilah CLBK telah menjadi populer di era milenial, terutama di kalangan kawula muda. “Dalam afmofsir asmara, Cinta Lama Bersemi Kembali tentunya sah-sah saja. Selama kedua sejoli menikmati proses dan tujuannya.” tutur Pak Roma.

Sementara CLBK versi Pak Roma merupakan  sebuah ajakan sekaligus perintah untuk dirinya, yakni: COBA, LAKUKAN, BUDAYAKAN dan KONSISTEN.Menurut penjelasan beliau frase ini sederhana, namun sangat mengikat beliau. Kalau Omjay mengatakan "Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi", maka beliau pasang alarm "Tuailah hasil selama masih sanggup CLBK."

Berikut penjelasan mengenai CLBK:

1.                 1.  COBA

Pak Roma menjelaskan bahwa tak ada satu pun usaha yang berhasil jika tidak mencobanya lebih dahulu. Setiap tawaran pekerjaan dan amanah yang diberikan jarang ditolaknya selama ada kaintannya dengan dunia mengajar. Sama halnya dengan menulis, memulainya kadang susah, terutama dalam membangun ide lalu mencurahkannya kalimat demi kalimat. Mencoba berulang-ulang akan melatih memproduksi untaian kata-kata yang menghasilkan kalimat bermakna.

2.    LAKUKAN

Ketika kita sudah mencoba, telah menemukan rasa dan keunikan tulisan kita, maka harus terus dilakukan agar ide kita tidak mengendap seiring berlalunya waktu. Jika ada kendala, dan kita berhenti menulis saat itu, maka saat itu juga semangat menulis kita berhenti. Jadi paksa diri  untuk menulis. Seperti pepatah Without action, you aren’t going anywhere.”

      3. BUDAYAKAN

Menulis harus menjadi budaya. Menjadi bagian dari cara hidup. Menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan. Jadi, budayakan menulis sehingga menjadi panggilan beraktifitas setiap hari.

4.               4. KONSISTEN

Tak ada karya yang terselesaikan dengan baik tanpa konsistensi. Konsisten dalam menulis adalah misi untuk mencapai visi seorang penulis, yakni menghasilkan sebuah karya tulisan yang bisa memberi inspirasi bagi banyak orang. Bagaimana cara tetap konsisten? Memaksa menulis setiap hari, minimal menulis tugas untuk siswa di blog atau upload gambar.

Menulis merupakan suatu proses yang dalam setiap prosesnya harus dinikmati. Apapun hasil yang diperoleh harus disyukuri. Jangan takut untuk mencoba. Lakukan setiap hari. Jadikan menulis sebagai budaya dan jaga konsistensi dalam menulis. Akhir kata, jangan takuk CLBK.

Salam Literasi.  







Comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Lengkap bingitz buk...hebat deh ibu

    ReplyDelete
  3. Keren resume nya lengkap ... Salam literasi
    Monggo kalo mau mampir di blog saya

    http://nurhidayati2010.com/273/

    ReplyDelete
  4. Penulisan resumeya bagus. menarik perhatian.
    I like it.

    ReplyDelete
  5. Penulisan resumeya bagus. menarik perhatian.
    I like it.

    ReplyDelete
  6. Menulis merupakan suatu proses untuk dinikmati. Setuju, Bu.

    ReplyDelete
  7. Lengkap resume nya bu.
    Mantap 👍

    Monggo mampir ke tempat saya.
    https://www.mrregar.com/2020/08/clbk-ala-bung-roma.html
    🙏

    ReplyDelete

Post a Comment